"Kenapa harus orang Turki ?"
Pertanyaan inilah yang sering saya dengar dari segilintir orang yang kepo sama kehidupan saya terutama hubungan saya dengan Mustafa. Jujur saya paling risih kalau ada orang yang nanya pertanyaan semacam itu, kenapa? well, saya bukan Tuhan yang bisa ngatur tentang pertemuan seseorang, jodoh seseorang, maut, ataupun rezeki. Jodoh bukan sesuatu yg bisa kita atur sendiri dengan seenak nya. Pertemuan saya dengan Mustafa pun bener-bener by accident , ketika saya benar-benar pasrah dengan rencana Tuhan tentang jodoh yang tak kunjung datang, maka disitulah ia datang di kehidupan saya.
Saya heran dengan orang yg tidak open minded di era seperti ini. Bahkan keluarga besar dari pihak ibu saya menentang di kala orang tua saya sendiri merestui hubungan saya dengan Mustafa. Mereka berasumsi saya terlalu ke PD an baru di dekati bule dari dunia maya begitu saja udah kegirangan. Helllowww saya tidak pernah menunjukan kegirangan saya di depan mereka, bisa-bisa nya mereka berasumsi seperti itu. Kalaupun saya girang lantas kenapa? masalah buat hidup mereka semua? toh yg saya girangkan pacar saya sendiri bukan pacar orang lain. Memang saya bertemu Mustafa dari dunia maya akan tetapi bukan berarti dia pelaku cyber crime. Doi pun sudah datang ke Indonesia menunjukkan keseriusan nya dan meminta saya kepada orang tua saya.
Di tambah teman-teman kantor pun mencibir. Mereka pikir saya memamerkan Mustafa hingga membawa nya ke kantor dan begitu Mustafa kembali ke Turki mereka pikir hubungan saya kandas dan ditinggalkan begitu saja. Well, dear teman-teman kantorku tersayang.. tidak pernah terbesit di benak saya untuk show off kepada kalian. Mustafa juga manusia kok bukan dewa! di belakang ngomongin, di depan minta foto segala. Mustafa bukan artis oiiii cuma anak kuliahan biasa :D
Lebih lucu nya lagi beberapa orang kantor menyindir status-status WhatsApp saya dan di jadikan guyonan. Sungguh mereka adalah orang-orang yg butuh piknik.
Saya baperan? jelas! saya berasa seperti di bully karna pacar saya orang Turki. Terlebih bercandaan mereka sangat keterlaluan dan pernah sangat vulgar menyangkut kepribadian Mustafa.
Semenjak saat itu saya putuskan untuk sangat menjaga privasi hidup saya dari mereka. saya hidden mereka dari status WhatsApp. Asal kalian tau mereka itu lelaki tulen yg mulut nya se-ember ibu-ibu komplek dan setajam lambe turah :D
Pada akhirnya saya memilih untuk bodo amat dengan omongan mereka. Orang berhak untuk berbicara hingga menyinyir, namun kita juga berhak untuk tidak mendengarkan :)
XO
Pertanyaan inilah yang sering saya dengar dari segilintir orang yang kepo sama kehidupan saya terutama hubungan saya dengan Mustafa. Jujur saya paling risih kalau ada orang yang nanya pertanyaan semacam itu, kenapa? well, saya bukan Tuhan yang bisa ngatur tentang pertemuan seseorang, jodoh seseorang, maut, ataupun rezeki. Jodoh bukan sesuatu yg bisa kita atur sendiri dengan seenak nya. Pertemuan saya dengan Mustafa pun bener-bener by accident , ketika saya benar-benar pasrah dengan rencana Tuhan tentang jodoh yang tak kunjung datang, maka disitulah ia datang di kehidupan saya.
Saya heran dengan orang yg tidak open minded di era seperti ini. Bahkan keluarga besar dari pihak ibu saya menentang di kala orang tua saya sendiri merestui hubungan saya dengan Mustafa. Mereka berasumsi saya terlalu ke PD an baru di dekati bule dari dunia maya begitu saja udah kegirangan. Helllowww saya tidak pernah menunjukan kegirangan saya di depan mereka, bisa-bisa nya mereka berasumsi seperti itu. Kalaupun saya girang lantas kenapa? masalah buat hidup mereka semua? toh yg saya girangkan pacar saya sendiri bukan pacar orang lain. Memang saya bertemu Mustafa dari dunia maya akan tetapi bukan berarti dia pelaku cyber crime. Doi pun sudah datang ke Indonesia menunjukkan keseriusan nya dan meminta saya kepada orang tua saya.
Di tambah teman-teman kantor pun mencibir. Mereka pikir saya memamerkan Mustafa hingga membawa nya ke kantor dan begitu Mustafa kembali ke Turki mereka pikir hubungan saya kandas dan ditinggalkan begitu saja. Well, dear teman-teman kantorku tersayang.. tidak pernah terbesit di benak saya untuk show off kepada kalian. Mustafa juga manusia kok bukan dewa! di belakang ngomongin, di depan minta foto segala. Mustafa bukan artis oiiii cuma anak kuliahan biasa :D
Lebih lucu nya lagi beberapa orang kantor menyindir status-status WhatsApp saya dan di jadikan guyonan. Sungguh mereka adalah orang-orang yg butuh piknik.
Saya baperan? jelas! saya berasa seperti di bully karna pacar saya orang Turki. Terlebih bercandaan mereka sangat keterlaluan dan pernah sangat vulgar menyangkut kepribadian Mustafa.
Semenjak saat itu saya putuskan untuk sangat menjaga privasi hidup saya dari mereka. saya hidden mereka dari status WhatsApp. Asal kalian tau mereka itu lelaki tulen yg mulut nya se-ember ibu-ibu komplek dan setajam lambe turah :D
Pada akhirnya saya memilih untuk bodo amat dengan omongan mereka. Orang berhak untuk berbicara hingga menyinyir, namun kita juga berhak untuk tidak mendengarkan :)
XO
Good 😊😊
ReplyDeleteAku paham perasaanmu sis.. Org Indo kebanyakan lbh suka ributin hidup org 😅 Semangat ya.. Semoga langgeng 😇
ReplyDeleteiya betul.. punya pasangan WNA memang harus siap mental lahir dan batin 😊
DeleteKa
ReplyDeletehai Siti :)
Delete