Hallo teman-teman, udah lama banget kayaknya saya ngga nulis blog. Mohon maaf harap dimaklumi dikarenakan akhir-akhir ini sibuk urusan duniawi yang ngga berkesudahan *soklebay. Tapi seriusan deh hidup lagi ngga bersahabat sama saya dan saya kembali menjadi pengangguran wehehehe. Untung Tuhan maha baik lagi maha adil, kasih kesusahan sepaket dengan kebahagiaan.
Biar mood saya jadi bagus, saya mau mengingat kejadian 2 bulan lalu tepatnya awal September. Apakah itu ??? Yup, bisa ditebak melalui judul, saya pergi jalan-jalan ke Turki dan menghabiskan waktu selama 2 minggu disana :D
Sebelum Keberangkatan
Ini bukan perjalanan dadakan, tapi memang sudah direncanakan selagi Mustafa datang ke Indonesia. Jadi perlu nabung selama hampir setahun buat cusss ke Turki, buat passport 8 bulan sebelum keberangkatan *sangking excited nya. Saya memutuskan datang bulan September karena bertepatan dengan anniversary yang ke-dua dan ulang tahun Mustafa.
Saya yang merupakan seorang Aerophobia dan seorang yang gampang panikan hingga rela lakuin apapun kalo lagi dilanda panik, merasa beban untuk kesana seorang diri, plus ini pertama kalinya buat saya ke luar negri. So, beberapa hari sebelum berangkat Mustafa menyarankan saya untuk pergi ke psikiater terlebih dahulu dan meminta obat penenang dan saya sangat bersyukur untuk hal ini coz it helps alot !!!
Saya memilih maskapai Turkish Airlines, dikarenakan sangat praktis langsung 12 jam penerbangan tanpa perlu transit-transitan lagi. Selain itu, maskapai ini merupakann One of the best airlines in the world, jadinya saya merasa nyaman dan anxiety pun berkurang *bukan iklan yah :D
Keberangkatan
Seperti dugaan saya, pasti akan banyak pertanyaan alias diinterogasi sama pihak imigrasi. tapi yg saya duga saat itu, hal itu akan terjadi saat di imgrasi Turki dan akan mudah saat di Indonesia. Tapi ternyata salah dan malah kebalikannya. Pihak imigrasi di bandara menanyakan hal-hal yg rumit kepada saya, karena mereka khawatir saya pergi sendirian keluar negri. sampai-sampai ditanya apakah orangtua saya tau dengan kepergian saya ini *hellowww ya kali gue minggat. Tapi pada akhirnya dapat juga lah cap izin untuk meninggalkan Indonesia. Sedangkan di imigrasi Turki saya hanya perlu melihat kamera dan petugas nya langsung memberikan cap. Mudah kan ??
Jadwal penerbangan saya pukul 21.00 dari bandara Soekarno Hatta dan sampai pukul 05.00 (waktu turki) di bandara Ataturk. 12 jam perjalanan saya isi dengan tidur dan ngawang-ngawang *dikarenakan efek obat.
Sampai di Turki
Setibanya di Turki yg saya pikirkan adalah Mustafa. Ngga hanya pas tiba aja sih, setiap hari juga mikirin :D Tapi saya ngga sabar ingin cepat-cepat ngeliat sosok ngegemesin dia dan ingin melepas rindu setelah sekian purnama LDR an *maaf di skip aja bagian ini :D
Kami pun berpelukan dan saya sedikit grogi ngga jelas gitu yaaa namanya juga bocah kasmaran harap maklum.
Well, rencana saya datang ke Turki adalah untuk bertemu dengan keluarganya Mustafa. Keluarganya tinggal di Balikesir. Dari Istanbul ke Balikesir memerlukan waktu sekitar 6 jam. Akan tetapi sebelum kesana saya menghabiskan waktu 5 hari untuk berkeliling Istanbul dan Buyuk ada (Prince island).
Saya akhiri dulu ya cerita ini, saya bakalan cerita lebih detail apa aja yang terjadi selama saya disana, karena panjaaaaaang banget dan ngga bisa dijabarin disini.
Turki menurut saya punya sesuatu yang membekas di hati, budaya yang berbeda, keindahan kota-kotanya, sejarahnya, tradisinya, dan masih banyak lagi.
Well, dengan kedatangan saya menemui Mustafa dan keluarga nya, menjadi bagian dari keluarganya serta tinggal bersama membuat saya lebih mengenal mereka lebih dalam dan mencintai, menerima segala sesuatunya yang sebelumnya saya tidak mengerti. Membuat pikiran saya lebih terbuka tentang perbedaan dan legowo dalam menerimanya.
XO
Biar mood saya jadi bagus, saya mau mengingat kejadian 2 bulan lalu tepatnya awal September. Apakah itu ??? Yup, bisa ditebak melalui judul, saya pergi jalan-jalan ke Turki dan menghabiskan waktu selama 2 minggu disana :D
Sebelum Keberangkatan
Ini bukan perjalanan dadakan, tapi memang sudah direncanakan selagi Mustafa datang ke Indonesia. Jadi perlu nabung selama hampir setahun buat cusss ke Turki, buat passport 8 bulan sebelum keberangkatan *sangking excited nya. Saya memutuskan datang bulan September karena bertepatan dengan anniversary yang ke-dua dan ulang tahun Mustafa.
Saya yang merupakan seorang Aerophobia dan seorang yang gampang panikan hingga rela lakuin apapun kalo lagi dilanda panik, merasa beban untuk kesana seorang diri, plus ini pertama kalinya buat saya ke luar negri. So, beberapa hari sebelum berangkat Mustafa menyarankan saya untuk pergi ke psikiater terlebih dahulu dan meminta obat penenang dan saya sangat bersyukur untuk hal ini coz it helps alot !!!
Saya memilih maskapai Turkish Airlines, dikarenakan sangat praktis langsung 12 jam penerbangan tanpa perlu transit-transitan lagi. Selain itu, maskapai ini merupakann One of the best airlines in the world, jadinya saya merasa nyaman dan anxiety pun berkurang *bukan iklan yah :D
Keberangkatan
Seperti dugaan saya, pasti akan banyak pertanyaan alias diinterogasi sama pihak imigrasi. tapi yg saya duga saat itu, hal itu akan terjadi saat di imgrasi Turki dan akan mudah saat di Indonesia. Tapi ternyata salah dan malah kebalikannya. Pihak imigrasi di bandara menanyakan hal-hal yg rumit kepada saya, karena mereka khawatir saya pergi sendirian keluar negri. sampai-sampai ditanya apakah orangtua saya tau dengan kepergian saya ini *hellowww ya kali gue minggat. Tapi pada akhirnya dapat juga lah cap izin untuk meninggalkan Indonesia. Sedangkan di imigrasi Turki saya hanya perlu melihat kamera dan petugas nya langsung memberikan cap. Mudah kan ??
Jadwal penerbangan saya pukul 21.00 dari bandara Soekarno Hatta dan sampai pukul 05.00 (waktu turki) di bandara Ataturk. 12 jam perjalanan saya isi dengan tidur dan ngawang-ngawang *dikarenakan efek obat.
Sampai di Turki
Setibanya di Turki yg saya pikirkan adalah Mustafa. Ngga hanya pas tiba aja sih, setiap hari juga mikirin :D Tapi saya ngga sabar ingin cepat-cepat ngeliat sosok ngegemesin dia dan ingin melepas rindu setelah sekian purnama LDR an *maaf di skip aja bagian ini :D
Kami pun berpelukan dan saya sedikit grogi ngga jelas gitu yaaa namanya juga bocah kasmaran harap maklum.
Well, rencana saya datang ke Turki adalah untuk bertemu dengan keluarganya Mustafa. Keluarganya tinggal di Balikesir. Dari Istanbul ke Balikesir memerlukan waktu sekitar 6 jam. Akan tetapi sebelum kesana saya menghabiskan waktu 5 hari untuk berkeliling Istanbul dan Buyuk ada (Prince island).
Saya akhiri dulu ya cerita ini, saya bakalan cerita lebih detail apa aja yang terjadi selama saya disana, karena panjaaaaaang banget dan ngga bisa dijabarin disini.
Turki menurut saya punya sesuatu yang membekas di hati, budaya yang berbeda, keindahan kota-kotanya, sejarahnya, tradisinya, dan masih banyak lagi.
Well, dengan kedatangan saya menemui Mustafa dan keluarga nya, menjadi bagian dari keluarganya serta tinggal bersama membuat saya lebih mengenal mereka lebih dalam dan mencintai, menerima segala sesuatunya yang sebelumnya saya tidak mengerti. Membuat pikiran saya lebih terbuka tentang perbedaan dan legowo dalam menerimanya.
XO
Comments
Post a Comment