Skip to main content

Awal perkenalan

Jujur setiap orang nanya tentang pertemuan saya dengan Mustafa saya bingung harus jawab apa. Sebenernya sih simple tapi saya nya yang terlalu ribet mikirin persepsi dari oranglain. Waktu itu ketika Mustafa di Indonesia dan kita otw dari Jakarta ke Surabaya, di depan saya duduk ibu-ibu dan dia mengulik-ulik informasi tentang hubungan saya dan Mustafa. dia tanya "kenal darimana?" saya jawab aja kenal dari mall. Masih penasaran si ibu tanya lagi, "kok bisa? gimana ceritanya?" dan mulai lah saya mengarang bebas :D
Ribet kalo diceritain yang sebenarnya tuhhh, ngga kelar-kelar :D

Selama Mustafa di Indo, kita lebih banyak naik gojek sebagai alat transportasi tercinta. Abang gojek pun nggak kalah kepo tanya-tanya "mba kenal bule nya darimana?" saya jawab kenal dari temen. "kok bisa mba? berarti temennya tinggal diluar ya mba" saya iyain aja deh biar cepet. belum lagi pertanyaan-pertanyaan ajaib lainnya.

So, jadi sebenernya gimana awal pertemuan kita?

Waktu itu sekitar pertengahan tahun 2017, saya install aplikasi berbasis video chatting yang bisa menghubungkan kita dimana pun negara nya. nggak bisa pilih negara mana pokoknya random. Tibalah saya tersambung dengan salah satu cowok Turki, sebut saja dia D. Ternyata si D nggak sendirian ada mungkin dua atau tiga orang disana, saya agak lupa tepatnya. Tapi saya hanya fokus dengan si D aja karna si D pun yg jadi tameng dan yg lainnya cuma sekedar hanya jadi penonton. Dengan Bahasa Inggris yg pas-pas an ngbrol lah ngalor ngidul saya dan dia. Akhirnya kita memutuskan untuk bertukar kontak skype.

Saat itu saya pure hanya iseng-iseng, karna saat itu pun saya jobless karatan yang nggak punya kegiatan diluar seperti orang-orang lainnya. Jam tidur saya pun tertukar dengan jam beraktivitas, bisa dibilang saya manusia kalong. Hari-hari saya diisi dengan main game dan tidur  :D

Kembali ke cerita awal, saya dan D tidak terlalu akrab hanya kadang bertukar kabar dan hanya say hello. Hingga pada akhirnya karna ada satu masalah perbedaan pendapat saya dan D pun bertengkar. D coba meminta maaf hingga temannya ikut andil menghubungi saya. Dari situlah perkenalan saya dengan Mustafa di mulai. Singkat cerita, saya pun dan D tidak dapat berteman baik lagi, tapi malah Mustafa intens menghubungi saya.

Bisa dibilang di Indonesia istilahanya TMT alias temen makan temen  :D
Awalnya sih hanya sebatas saling sharing tentang perbedaan Indonesia dan Turki. Mulai dari hal-hal kecil semacam dia tanya harga rokok disini berapa sampai bahas tentang mitos-mitos dan sejarah Indonesia. Nggak pernah terbesit di benak saya buat pacaran sama Mustafa, kenapa? karna pada saat itu jujur aja dia bukan tipe saya. Pertama kali dia dan saya chat yaitu melalui skype dan Instagram, tapi kita  nggak saling follow satu sama lain dan sama-sama private account. jadi saya hanya bias liat profile picture nya yang sekecil bulatan itu :D dan skype kita pun nggak pake foto. Sampai mungkin dua minggu lebih kita chatting tanpa mengirim foto ataupun apalagi video call. Lucunya, ternyata Mustafa juga ada ketika saya dan D bertemu untuk pertama kalinya di applikasi tersebut. dia termasuk orang di video tersebut. Tapi saya nggak ngeh karna pada saat itu saya hanya focus ke si D.

Singkat cerita, pertengahan bulan September 2017 Mustafa berani menyatakan perasaannya. Saat itu saya bingung harus jawab apa, saya cuma bilang let's we try :) daaaaaan ya... sampai sekarang Alhamdulillah hubungan ini masih berlanjut, dan semoga kita bisa sampai kakek nenek aaaamiiinn :D

Btw, inilah sepotong kisah dari sekian banyak orang yang bertemu belahan jiwa melalui social media. Semoga kisah ini ada faedahnya ya hehehe.
Ini ceritaku, bagaimana ceritamu? :)



XO



Comments

  1. Nama aplikasinya apa kak? Mohon maaf sebelumnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo febry :)
      nama aplikasinya chatous. Ku saranin jangan pake aplikasi itu karna menurutku hanya 1% orang yg benar-benar cari teman. Masih banyak aplikasi lain yg lebih banyak manfaatnya. bisa untuk cari kenalan plus belajar bahasa misalnya :)

      Semoga jawabanku bisa membantu :)

      Delete
  2. Kak apakah wajar Dimata orang turki lokal jika kelak kita menikah dengan usia yang terpaut sangat jauh??

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau sebatas usia 10 tahunan masih wajar kok, tapi kalo lebih dari itu agak jadi pergunjingan orang sih. apalagi kalo kalo lakinya duda beranak. Sama kayak di Indo lah..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sifat Lelaki Turki

Buat kalian yang lagi kesemsem (re: fallin' love ) sama pria Turki pasti lagi giat-giat nya nyari informasi seputar gimana sih sifat lelaki Turki ??  Saya dulu pernah melalui masa-masa itu dan hasil nya nano-nano. Di curhatan kali ini saya buat versi saya ya... di ilhami dari kisah-kisah teman yang berkecimpung di dunia percintaan dengan pria Turki,  dan tentunya dari sifat pacar saya sendiri. So , apa aja sih sifat lelaki Turki itu?? 1. Gombal       Baru pertama kenal langsung dipanggil askim benim, sevgilim, balim ? atau langsung diajak nikah? Jangan kepedean dulu ya karna anda nggak sendirian. Pria Turki memang terkenal dengan gombalan mautnya. Bahkan disana mereka biasa memanggil askim canim ke sesama teman prianya, bukannya gay lho ya. akan tetapi sudah mandarah daging bagi mereka untuk mengapresiasi kan rasa sayang kepada teman, sahabat dengan cara seperti itu. Bagaimana kalau bertemu di social media dan langsung diajak nikah? di pikir-pikir deng...

Yes, yes, yes !!!

Malam itu saya dan Mustafa pergi ke Skye bar and restaurant Jakarta untuk dinner romantic ala-ala guna untuk merayakan setahun kami jadian. Sebenarnya sih udah lewat sebulan tapi ya ngga apa-apa baru bisa ketemunya sekarang jadi ya kita rayainnya juga sekarang. Skye terkenal sebagai restaurant yang aduhai pemandangannya. Terletak di lantai 56 Menara BCA. Konon katanya kalo mau dinner disana harus reserve tempat dulu karna selalu penuh apalagi kalo weekend. Kebetulan waktu itu dinner kami Jumat malam otomatis bakalan penuh. Saya lupa waktu itu reserve dulu atau ngga, karena kami berminat mengunjungi bagian bar nya, bukan restaurant nya ihhhh kok ke bar sih? eng ing engggg dasar anda julid. karena saya ngincer pemandangannya. kalo di bar itu kena banget view nya lampu-lampu kota Jakarta dan hembusan angin  malam bikin suasana tambah romantic. Bar nya pun ngga terlalu vulgar yg gimana-gimana cukup hentakan musik selow ngga hingar bingar ramai kayak club-club malam gitu. Mustafa ngo...

Jiwa Pelakor

Kali ini saya mau bahas tentang pelakor yang berwujud teman kantor. Bisa dibilang dia adalah "sahabat" saya . Sebut saja dia Mawar. Kenapa saya bilang kami "bersahabat"? Well   saya bekerja di perusahaan yang baru berdiri, dan hanya beranggotakan dua orang untuk stay di kantor ; saya dan Mawar. Hal ini yang "memaksa" saya dan dia untuk menjadi dekat, karena terbiasa bersama maka kami terlihat seperti sahabat. Sejak awal, saya kurang sreg dengan tingkah laku dan sifatnya yang bitchy. 99% karyawan di perusahaan kami adalah laki-laki, yang seperti saya katakan bahwa hanya dua orang yg stay di kantor, selebihnya mereka adalah pekerja lapangan. Setiap pagi mereka diharuskan absen dan laporan di kantor terlebih dahulu, sekitaran jam 09.00 mereka wajib bertugas pergi ke lapangan. Rata-rata dari mereka sudah berstatus menikah,  hanya ada dua orang saja yang melajang itu pun bukan termasuk laki-laki yang high quality jomblo . Mungkin, karna kurangnya pere...